Sampang,- Langkah nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan terus digelorakan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Melalui sinergi lintas sektor, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan gerakan pemuda dinilai menjadi kunci dalam mendorong lahirnya wirausaha baru di tingkat akar rumput.
Ketua PC GP Ansor Sampang Lora Ali Mahrus menyampaikan, penguatan ekonomi masyarakat tidak dapat berjalan jika hanya mengandalkan satu pihak.
Menurutnya, pemerintah memiliki program strategis, dunia usaha memegang jejaring dan pengalaman bisnis.
“Sementara GP Ansor memiliki basis sosial yang kuat hingga ke pelosok desa,” ujar Ra Ali sapaan akrab Ketua Ansor di Kota Bahari ini, Jumat (24/7/2026).
Ia menegaskan, ketika ketiga unsur tersebut bersinergi, dampaknya akan jauh lebih nyata bagi masyarakat.
“Tujuan utama program ini bukan sekadar membagikan bantuan, melainkan membangun kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Ra Ali menjelaskan, pemilihan bantuan berupa gerobak didasari oleh fungsinya yang sangat vital bagi pedagang kecil.
Menurutnya, gerobak merupakan sarana usaha yang sederhana, namun mampu memberikan dampak ekonomi yang cepat dan nyata.
“Banyak warga memiliki semangat berjualan, tetapi kerap terbentur modal untuk membeli tempat usaha yang layak,” ungkapnya.
Agar bantuan tepat sasaran, beber Ra Ali, penerima manfaat telah melalui proses pendataan dan verifikasi yang ketat.
“Prioritas diberikan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pemula, pedagang kecil, kader Ansor yang mengelola usaha produktif, serta masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki komitmen kuat untuk berusaha,” jelasnya.
Lebih lanjut Ra Ali menyampaikan, tidak berhenti pada penyerahan fisik semata, program ini dirancang secara berkelanjutan.
Ke depan, para penerima bantuan akan mendapatkan pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga pembukaan akses pasar dan jejaring bisnis bersama BPC HIPMI Sampang.
“Monitoring dan evaluasi berkala juga akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah,” imbuhnya.
Ra Ali berharap, gerobak yang diserahkan tak hanya menjadi tempat jualan harian, tetapi menjadi titik awal lahirnya UMKM yang naik kelas serta mandiri.
“Tentunya, juga mampu menopang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang,” pungkasnya. (hry)





