Banyuates, Ansor Sampang – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan Banyuates menggelar malam tirakatan menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-80 dengan kemasan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor.
Acara tersebut digelar di kediaman ketua MDS RA yakni sahabat Yusuf Akbar dengan menghadirkan seluruh pengurus dan anggota dari berbagai ranting setempat.
Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut yaitu, Gus Masrullah yang merupakan instruktur Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak NU (PD-PKP NU).
Gus Muktamar Suhri, selaku ketua PAC Ansor Banyuates menyampaikan bahwa kegiatan refleksi kemerdekaan tersebut sangat penting dilakukan agar para pemuda dapat mengingat kembali jada para pahlawan yang telah berjuang untuk meraih kemerdekaan Republik ini.
“Kegiatan ini sangat positif, saya mendukung acara seperti malam ini rutin dilakukan setiap tahun. Sebab, dengan begini kita bisa mengingat kembali jasa para pejuan negeri ini di masa terdahulu.” Katanya, Sabtu (16/8/2025).
Menurut pria yang akrab disapa lora Muktamar tersebut , sebagai pemuda sudah seharusnya bisa merdeka baik secara fisik maupun mental. Sebab, jika kita dalam keadaan tidak merdeka, maka akan sulit untuk bisa berkhidmat secara maksimal.
“Saya berharap sahabat-sahabat yang hadir malam ini bisa berkhidmat secara istiqomah. Oleh sebab itu, merdekakan diri kita agar bisa berkhidmat dengan optimal.” Imbuh ketua PAC 2 periode tersebut.
Ditempat yang sama, Gus Masrul menjelaskan bahyak hal dalam orasinya. Mulai dari urusan sejarah bangsa Indonesia, sejarah perjuangan NU dan bahkan tentang kemandirian kader Ansor.
Gus Marul mengatakan, untuk berkhidmat di NU atau banomnya. Seseorang harus melepaskan status sosialnya masing-masing. Menurutnya, hal itu adalah salah cara agar dapat berkhidmat dengan ikhlas dan lepas tanpa beban dari status sosial.
“Ansor adalah barisan, maka jangan memikirkan status sosial. Saat duduk di barisan Ansor, maka hanya ada satusimbol yaitu Gerakan Pemuda Ansor,” Ujar Gus Masrul.
Instruktur asal Tulangan Sidorjo itu juga mengajak para kader Ansor-Banser Banyuates untuk merefleksikan diri dengan melakukan muasabah, sejauh mana kita mampu memberikan tindakan-tindakan yang positif bagi Bangsa, Negara dan Nahdlatul Ulama.
Terakhir, gus Masrul mengajak para kader agar meniru langkah burung Pipit pada saat jaman Nabi Ibrahim AS, dimana pada saat itu tidak ada manusia bahkan hewan sekalipun yang mau membantu memadamkan api yang membakar tubuh Nabi Ibrahim saat dibakar oleh Raja Namrud.
Hanya burung pipit yang berinisiatif untuk mencari air dari telaga dan membawa dengan Paruhnya untuk memadamkan api yang sedang membakar Nabi Ibrahim.
“Contohlah burung Pipit yang hidup pada jaman raja Namrud. Walau sekecil apapun, berbuatlah baik, upaya atau ikhtiar kita tidak mungkin tidak ternilai.” Tuturnya.
RB











